Wilfred Zaha Tidak Menyesal Berpaling dari Inggris

Wilfred Zaha mengatakan tidak menyesal telah meninggalkan Inggris yang merupakan negara dimana ia dibesarkan dan ia memilih Pantai Gading, negara kelahirannya.

Setiap pemain memiliki banyak pilihan untuk melanjutkan karirnya sesuai dengan apa yang ia inginkan. Terkadang pilihan itu lebih sulit dan tidak sedikit pemain yang membiarkan mengalir saja. Namun, terkadang kebangsaan atau tanah kelahiran menjadi faktor penentu dari keputusan tersebut seperti yang dilakukan oleh Wilfried Zaha. Ia telah membuat keputusan untuk kembali ke negara kelahirannya yakni Pantai Gading dan meninggalkan negara adopsinya, Inggris.

Wilfred Zaha Meninggalkan Inggris Demi Pantai Gading

Wilfred Zaha adalah pemain berusia 24 tahun yang lahir di Abidjan, Pantai Gading. Namun ia dibesarkan di London, Inggris semenjak ia berusia empat tahun. Di Inggris, ia bergabung dengan Crystal Palace ketika ia masih berusia 12 tahun dan di sana ia memulai karir sebagai pemain bola professional hingga ia mampu memenangkan dua caps prediksi bola untuk Inggris.

Namun, kini ia tampak berbeda. Zaha telah memutuskan untuk memindahkan kesetiaannya tahun lalu untuk bersaing membela Pantai Gading dan memutuskan untuk meninggalkan Inggris. Pantai Gading sendiri sedang berjuyang untuk mempertahankan mahkota mereka di turnamen tahun ini di Gabon, yang dimulai beberapa hari yang lalu.

Zaha kepada situs resmi Pantai Gading mengatakan; “Saya (dulu) pergi ke Inggris dan saya tidak kembali ke negaranya (Pantai Gading). Jadi saya melakukan semua sekolah (kegiatan pendidikan) saya di negara adopsi saya (Inggris) dan (oleh sebab itu) itu hal yang paling normal dimana saya bermain untuk tim muda Inggris.

“Selama empat tahun terakhir, saya telah memiliki cukup waktu untuk menganalisis situasi saya dan untuk memperhitungkan permohonan dari Asosiasi Sepakbola Pantai Gading. Sekarang saya telah membuat pilihan. Sekarang saya ingin bermain dengan Pantai Gading,” tandasnya.

Menurutnya, keputusan tersebut sangat tepat. Ia mengatakan: “Hal tersebut sangat membanggakan, pertama karena saya bangga bermain untuk negara saya (Pantai Gading), kemudian karena alasan bahwa  Pantai Gading memiliki pemain berkualitas dan selalu menjadi wadah para pemain berbakat. Jadi saya membuat pilihan yang tepat dan saya tidak menyesal (meninggalkan Inggris).”

Wilfred Zaha Tidak Menyesal

Pemain sayap yang memulai debutnya di Pantai Gading dalam pertandingan persahabatan pada hari Minggu beberapa waktu lalu, terlihat sangat antusias. Ia masuk di babak kedua untuk menentukan Pantai Gading sebagai pemenang dengan mengalahkan Swedia 2-1 di Abu Dhabi. Wilfried Zaha merasa senang karena bisa mengambil kesempatan untuk kemuliaan dan kemenangan bersama Pantai Gading.

Wilfried Zaha mengatakan ia tidak menyesal berpaling dari Inggris untuk bermain membela Pantai Gading di Piala Afrika. Dia diharapkan untuk memenangkan cap kedua ketika mereka menyelesaikan persiapan mereka dengan pertandingan persahabatan lainnya  di Abu Dhabi yakni melawan sesama finalis, Uganda.

Ia mengatakan; “Saya ingin bisa memberikan yang terbaik dari diri saya untuk tim dan memberikan kontribusi dengan rekan tim saya untuk memenangkan gelar lagi. Saya ingin dapat mempersembahkan Piala Bangsa ketiga untuk negara dan membuat Pantai Gading bahagia. Itulah ambisi saya di jangka pendek. Maka kita perlu untuk lolos ke Piala Dunia 2018, “kata Zaha.

Pantai Gading bermain di Grup C dan memulai kampanye judi online mereka pada hari Senin di Oyem melawan Togo. Mereka juga akan bertemu Republik Demokratik Kongo dan Maroko di babak penyisihan grup. Kita akan melihat bagaimana kemudian kontribusi Zaha bisa membuat Pantai Gading menjadi tim yang sangat diperhitungkan di beberapa pertandingan mendatang. Apalagi ia juga berambisi di Piala Dunia 2018.

Copyright Sport Blog 2017
Tech Nerd theme designed by Siteturner